Friday, March 07, 2014

Can You Hear My Heart (Nae Maeumi Deulrini) - K-Drama Review



Synopsis

Can You Hear My Heart adalah sebuah drama korea yang bercerita tentang Cha Dong Joo (diperankan oleh Kim Jae Won), seseorang yang kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan yang dialaminya saat ia berusia 13 tahun. Kecelakaan itu dipicu oleh keadaan shock yang diterima oleh Dong Joo ketika ia melihat ayah tirinya membunuh kakek kandungnya sendiri untuk mendapatkan perusahaan milik keluarga Dong Joo. Tidak terima dengan kenyataan itu, ibunya, Tae Yoon Sook (diperankan oleh Lee Hye Young), merencanakan sebuah aksi balas dendam terhadap Choi Jin Chul, ayah tiri Dong Joo, untuk merebut kembali perusahaan milik keluarganya dan membuat Choi Jin Chul merasakan derita yang ia rasakan.

Di sisi lain, Bong Woo Ri (diperankan oleh Hwang Jeung Eum), gadis cerdas yang harus kehilangan ibunya ketika ia masih kecil karena ibunya meninggal dalam sebuah kebakaran pabrik, bertemu dengan Dong Joo ketika ia masih berusia 9 tahun. Saat itu mereka bermain bersama di daerah tempat tinggal Woo Ri, dan persahabatan mereka terhenti begitu saja karena Dong Joo mengalami kecelakaan dan harus dirawat di luar negeri. Bong Ma Roo (diperankan oleh Nam Goong Min), kakak tiri Woo Ri, melarikan diri dari rumah karena ia berusaha menyelamatkan ayahnya yang dituduh menjadi biang penyebab kebakaran salah satu pabrik milik keluarga Dong Joo. Akhirnya ketika dewasa, Woo Ri dan Dong Joo bertemu kembali dalam pertemuan yang tidak disengaja tanpa mengenal satu sama lain pada awalnya.

Seperti apakah balas dendam yang direncanakan Tae Yoon Sook untuk merebut kembali perusahaan milik keluarganya?

Akankah Bong Ma Roo bersatu kembali dengan keluarganya setelah ia melarikan diri dari rumahnya?

Langsung aja nonton yaa ;) ini linknya:

http://www.gooddrama.net/korean-drama/can-you-hear-my-heart


Personal Point of View

Drama ini sedih banget menurut gue. Gak bohong, sampe episode 20an (dari max ep. 30) gue pasti nangis minimal sekali dalam 1 episode. Terutama di ep 29 dan 30 gw nangisnya lebih heboh dari yang sebelum-sebelumnya. Drama ini banyak banget intriknya, tapi gak norak, dan ceritanya bikin penasaran. Sampe ada jalan cerita yang gw tolak untuk gw percayain karena gue pikir itu pasti bohongan, cuma akal-akalan dari produsernya aja untuk bikin gue percaya bahwa tokoh yang gue percaya aslinya baik malah jadi jahat.


Dibandingkan dengan menekankan pada hubungan cinta-cintaan, drama ini lebih menekankan pada hubungan keluarga. Maka itu gue jadi nangis-nangis gitu karena disini gue ngeliat banyak banget handicap yang diberikan ke tokoh-tokoh dalam cerita dan banyak juga orang-orang yang berusaha/berjuang demi keluarganya sampe ngorbanin diri sendiri.

Selain jalan cerita yang ga ketebak, gue juga suka sama endingnya karena good ending. Walaupun ada beberapa bagian cerita yang gw rasa sedikit missed detilnya, tapi ketutup karena gue lebih fokus ke penasaran sama jalan cerita dan menduga-duga endingnya. Meskipun keliatannya ceritanya jahat, soal balas dendam, tapi di ending gue meng-'cincai'-kan si jalan cerita balas dendam ini karena............... (emm, nonton aja sendiri ya, no spoiler hehehe).



Ending cerita ini gak nekenin hubungan antara hero dan heroine dan kebahagiaan mereka berdua aja, tapi lebih ke soal kesatuan keluarga. Selain itu, biasanya, drama korea cinta-cintaan punya masalah tambahan yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam ceritanya biar bisa jadi klimaks lagi sebelum ending. Tapi drama ini nggak begitu. Dia klimaks terus dan bisa dibilang fokus sama satu issue sampe issue itu kelar dan memang jadi endingnya. Jadi gw cukup salut sama si drama ini karena beda dari drama-drama korea yang sebelum-sebelumnya gue tonton yang ceritanya soal cinta-cintaan dan kerjaannya bikin galau. ;p


Sekian review dari gue. Dear K-Drama lovers, sekali-sekali boleh lah rehat dari K-Drama cinta-cintaan. Give your heart a break, and try this different kind of K-Drama. Enjoy! ;)

*Personal Rating: 4.5 out of 5

Thursday, February 07, 2013

The Story of My Brother

Facebook: What's happening, Bamma?
Me: Well i don't really sure, but today i was caged in some room and was asked really a lot of question that i felt i can't even answered them correctly..

Facebook: Then what's happening, Bamma?
Me:Out from that room.. I don't know.. Many people said my name got longer..

Facebook: Then what's happening, Bamma?
Me: I saw how long my name become longer, oh it's just three letter..

Facebook: Then what is it, Bamma?
Me: C'mon facebook, you never ask that kind of question, but let me answer it.. It was.. S.Si.

Facebook: Then what is it, Bamma?
Me: It was a prove that the grace of my God and His favor last a lifetime in my life.. And His love never ends.. And to let me know: i have weakness, but He had strength..

Facebook: Who is He, Bamma?
Me: Let me tell you and please tell this to other.. He.. Is.. JESUS.....

Saturday, January 19, 2013

Prolog: Warrior Princess

Hari ini hujan besar, tapi hari ini sesuatu banget kayaknya :) gw ceritain sebuah cerita ya..

*****
Alkisah sebuah kerajaan di suatu negri dipimpin oleh seorang Raja. Raja tersebut memiliki seorang istri dan seorang putra dan putri. Maka lengkaplah kerajaan itu dengan keberadaan Ratu, Pangeran, dan sang Putri.

Keluarga kerajaan ini disupport oleh beberapa orang-orang yang bekerja dalam istana sebagai penolong. Pekerja-pekerja atau penolong ini hidup setia kepada keluarga kerajaan dan sebaliknya hidup mereka dipelihara oleh sang Raja.

Suatu hari, sebuah bencana datang melanda istana mereka. Hujan yang sangat lebat turun sehingga banyak air menggenang dimana-mana. Pada hari biasa, hujan ini tidak mengakibatkan apapun di istana, tetapi hujan kali ini turun dengan lebat dan tahan lama, sehingga hujan terjadi berhari-hari lamanya hampir tanpa henti. Hujan yang sangat deras ini menyebabkan halaman istana dan beberapa ruang di dalam istana tergenang oleh air.

Raja dan Ratu segera bertindak ketika mengetahui kejadian tersebut. Meskipun mereka adalah orang dengan posisi tertinggi di dalam istana tersebut, mereka bukannya malah jadi hanya berpangku tangan dan menyuruh pekerja-pekerja untuk melakukan sesuatu. Raja, Ratu, dan para pekerjanya bergerak cepat ke tempat-tempat yang digenangi air dan melakukan sesuatu dengan genangan itu. Raja mengambil serokan air dan berjaga di pintu gerbang istana untuk menghalau air yang terus-menerus masuk dari arah luar istana. Ratu mengumpulkan tempat-tempat yang dapat menampung air, serta mengumpulkan air dalam jumlah banyak, dan membagikannya kepada para pekerja yang tersebar di beberapa tempat yang tergenang air agar mereka dapat mengumpulkan air yang menggenangi tempat tersebut dan membuangnya keluar. Raja, Ratu, dan pekerja terlihat sibuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan dan juga berusaha untuk mengurangi genangan air yang muncul di dalam istana.

Tak lama kemudian, sang Pangeran muncul dan membawa perlengkapan lebih untuk membantu Raja, Ratu, serta para pekerja. Ia membawa lebih banyak tampungan air, dan ia juga membantu untuk membuang air yang telah terkumpul banyak dalam suatu wadah. Karena kekuatannya dan kemudaannya, Pangeran 'dituntut' untuk dapat mengangkut lebih banyak air agar genangan air lebih cepat berkurang. Dengan mudah Pangeran membawa sejumlah wadah-wadah yang penuh dengan air dan membuangnya keluar istana.

Lalu, dimanakah sang Putri?

Seperti putri-putri di negeri dongeng biasanya, Putri masih berada di tempat tidurnya, tidur dengan nyenyak ditengah kerepotan warga istana. Sang Putri yang kemudian terbangun karena suara riuh dari bagian lain istana mulai merentangkan tubuhnya, kemudian mencoba mendengar dan menganalisa apa yang sedang terjadi di istananya. Putri memang pintar. Ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan apa yang sebetulnya tengah terjadi di istananya, tetapi ia tetap tidak segera beranjak dari tempat tidur untuk memberikan bantuan. Ketika akhirnya beranjak, Putri masih belum memutuskan untuk keluar kamarnya yang besar dan setidaknya melihat keadaan sekitar, tetapi malah bersolek di depan cermin besar yang tergantung di dinding kamarnya. Setelah menghabiskan waktu yang cukup untuk bersolek, akhirnya Putri memutuskan untuk turun dan melihat keadaan istananya. Tidak mengherankan bagi sang Putri ketika ia menemukan seluruh warga istana sedang sibuk mengeluarkan air dari beberapa tempat yang tergenang di dalam istana. Dengan tenang, sang Putri mengambil serokan air dan bergabung dengan ayahnya, sang Raja, di dekat pintu gerbang istana dan berusaha untuk menghalau air yang akan masuk.

"Pergilah. Lebih baik kau bantu kakakmu atau pekerja yang lain." kata sang Raja tanpa bermaksud untuk mengusir Putri.

Melihat tidak banyak yang bisa ia lakukan di dekat pintu gerbang, Putri pergi dan mencari tempat lain yang bisa ia bantu. Ia melihat dua orang pekerja yang tengah mengisi wadah-wadah dengan air yang tergenang. Putri ingin pergi kesana dan membantu dua orang pekerja tersebut, tetapi ia melihat tidak ada cukup wadah yang dapat ia gunakan untuk membantu mereka. Akhirnya Putri pergi mencari sang Ratu, dengan dugaan bahwa Ratu memiliki lebih banyak wadah yang dapat digunakan.

"Tidak bisakah kau cari sendiri?" ujar Ratu kepada Putri. Bukannya jawaban yang ia dapatkan, malah pertanyaan yang dikembalikan oleh sang Ratu.

Ratu memang seorang yang tegas. Meskipun Putri adalah anaknya sendiri, ia tidak mau memanjakannya dengan menyediakan segala hal untuk sang Putri. Menyadari hal tersebut, Putri pergi ke tempat lain untuk mencari pekerjaan yang dapat ia lakukan tanpa harus membuang-buang waktu mencari barang yang belum jelas keberadaannya. Maka ia memutuskan untuk membantu sang Pangeran.

"Sini, biar aku yang mengumpulkan air. Kau bawa saja wadah-wadah yang telah terisi penuh ini untuk dibuang keluar." tawar Putri kepada sang Pangeran.

Tanpa banyak bicara, Pangeran menyetujui saran sang Putri dan mulai membawa wadah dan tong yang sudah terisi penuh dengan air. Baru saja Putri ingin bekerja, tiba-tiba sang Ratu muncul dan berkata:

"Tidakkah seharusnya kau ganti gaun tidurmu dengan pakaian yang lebih pantas dengan pekerjaanmu? Kau malah kerepotan menjaga gaun itu nanti, daripada fokus pada pekerjaanmu."

Dengan sedikit kesal karena ocehan sang Ratu serta pekerjaan yang daritadi tidak dapat ia lakukan, Putri segera beranjak dan pergi ke kamar tidurnya. Ia mengganti gaun tidurnya dengan celana pendek dan kaus agar memudahkan pekerjaannya. Kemudian ia kembali ke tempat Pangeran mengangkut air. "Ah, akhirnya aku dapat mulai membantu juga.. Memang lebih asik dengan pakaian seperti ini, aku tidak perlu khawatir bajuku kotor karena pakaian ini memang digunakan untuk bekerja, seperti pakaian yang digunakan oleh para pekerja." Putri bergumam menyadari manfaat dari anjuran yang Ratu berikan.

Selama bekerja, Putri menyadari beberapa hal. Pertama, ia sedikit menyesal karena mengingat-ingat tindakannya dari pagi yang belum berguna banyak bagi warga istana, dan juga ia merasa belum berguna sebagai Putri. Seorang Putri seharusnya bukannya bersembunyi, berlindung, atau berdiam diri ketika menghadapi musibah seperti ini. Seorang Putri seharusnya mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk keluarga dan warga istana ketika musibah melanda istana, tempat tinggalnya sendiri. Meskipun ia sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan, alangkah baiknya jika ia langsung mengerjakan hal tersebut tanpa menundanya. Putri yang baik adalah Putri yang dapat mengutamakan kepentingan keluarga dan rakyatnya, serta melindungi kepentingan rakyatnya dibandingkan dengan kenyamanannya sendiri.

"Ah.. Sungguh bodohnya aku.. Selama ini aku pikir akan sangat menyiksa jika harus mengorbankan kenyamananku demi mereka. Aku sudah muak dan lelah berkorban, tapi aku seharusnya tidak boleh lupa, bahwa inilah kewajibanku sebagai seorang Putri."

Dari pagi yang murung, Putri bangkit kembali dengan semangat untuk melakukan sesuatu demi negaranya. Dimulai dengan hal yang kecil, yaitu membantu warga istana menyurutkan air yang menggenang. Meskipun harus menjadi basah, kotor, bau, serta kelelahan, sang Putri tetap berusaha untuk mengerjakan apa yang dapat ia kerjakan hingga akhirnya hujan mereda dan air pun surut.

Putri berterimakasih kepada Tuhan untuk pagi yang mendung saat itu. Walaupun pinggangnya agak sedikit pegal karena sudah lama tidak bekerja, tetapi ia puas telah dapat kembali melakukan sesuatu untuk orang lain dan dirinya sendiri. Baginya, pagi yang mendung karena hujan deras bukanlah pagi yang buruk, tetapi salah satu dari banyak pagi yang manis, yang memberikan secercah inspirasi dan juga kehangatan ditengah-tengah keluarga kerajaan yang akhirnya bekerja bersama-sama, walaupun selama ini sering terpisah karena kesibukan masing-masing.

"Ternyata, hujan deras dan air menggenang bisa memberikan berkah juga ya! Sudah dulu ya, rakyatku, aku ingin istirahat setelah bekerja keras ;* "

Sunday, January 06, 2013

Not for REAL... Because It's Only *****


   "Kita mau kemana hari ini?"

Deg. Jantungku berdegup ketika mendengar pertanyaannya itu. Kenapa dia harus tanya aku? Bukannya dia yang ngajak aku pergi? Hmm.. Ah sudah, hentikan. Aku rasa bukan hal yang aneh ketika dia menanyakan hal seperti itu. Toh, perginya memang sama aku. Jadi ngga aneh dong kalo dia nanya kita mau kemana..

     "Hmm, memang tadinya hari ini rencana mau kemana?"

Aku malah balik bertanya. Bukannya gimana, aku juga bingung mau jawab apa..

     "Terserah.. Maunya kemana?" Yah, dia malah tanya aku balik..

Mukanya datar seperti biasa, tapi gimanapun juga muka seriusnya itu yang justru menarik perhatianku.

     "Apa mau makan aja?"

     "Hmm boleh. Dimana?"

Aduh............. Aku paling gak bisa ditanyain beginian secara mendadak..

     "Hmm lagi mau makan apa?" Please.

Jelek banget jawabanku. Ini mah nanya balik nanya namanya..

     "Yaudah, kita ke tempat biasa aja deh ya?" Jawaban dia menyelesaikan diskusi kami.

Aku cuma terdiam, lalu mengangguk. Wajahnya masih datar. Apa dia sebel sama jawabanku yang nggak ngejawab? *sigh* Semoga ngga. Aku lupa, sebetulnya di perjalanan kami ngomong banyak hal, tapi aku nggak bisa mengingatnya.. Apa aku nggak bisa ingat karena terlalu memperhatikan wajahnya? Hahahaha.. Yang aku ingat cuma...

     "Awas!"

Saking kagetnya, aku mencengkeram pergelangan tangannya. Mobil yang kami kendarai hampir nabrak. Yah, kalaupun ngga nabrak seenggaknya nyerempet mobil lain. Kalau aku nggak salah, dia terlalu asik membahas sesuatu.. Kepalanya menoleh kearahku terus, makannya dia jadi meleng dari jalanan dan jadi ngga lihat waktu ada mobil yang mau nyalip dari kiri. Dia nggak biasanya gitu, lho. Setahuku, dia paling hati-hati kalau lagi nyetir. Bahkan dia bisa berhenti ngomong karena harus konsentrasi menyetir, walaupun mungkin omongannya belum selesai. Kesannya serius banget yah dia? :p Tapi sebetulnya kadang-kadang dia lucu juga sih. Hahaha, seenggaknya dia berusaha untuk melucu.

Matanya kembali mengawasi jalanan yang seingatku ngga begitu padat di hari itu. Duh, aku jadi nggak enak tadi sampai mencengkeram tangannya segala. Takutnya, dia pikir aku lebay lagi. Hufft.. Mudah-mudahan nggak deh..

     "Besok mau pergi lagi?"

Degg...

Dia nanyain aku besok mau kemana? Jadi, besok kami pergi lagi? Nggak bohong sih kalau aku bilang aku senang ditanya begitu, tapi kenapa tumben banget ya? Aku ini sebetulnya spesial atau cuma asik jadi temen pergi aja sih?

     "Eh? Boleh.. Memangnya mau kemana?" Aku menjawab dengan sedikit keheranan.

     "Kemana ya? Ada ide?"

Duh, pertanyaan ini lagi.. Tadi aja aku gak bisa kasih jawaban ke dia. Terus pertanyaan yang ini mau aku jawab apaa -.-

     "Hmmm.................. (aku berpikir cukup lama, dia cuma diam aja)........ Kemana ya? Hahahaha" Aku cuma bisa kasih ketawa. Payah. -.-

     ".....Ayo.. Mau kemana besok?" Dia tetap bertanya kepadaku dengan nada yang sedikit menggoda. Seolah-olah dia mengerti bahwa aku kesulitan untuk menyebutkan sebuah tempat, tapi dia juga tidak ingin menentukan tempat tujuan pergi untuk besok, hahaha.. Seneng sih, tapi bingung juga mau suggest tempat apa.. Tiba-tiba aku inget sebuah tempat makan yang belum pernah kami datangi, tapi harganya memang cukup mahal.

     "Gini aja deh, lagi pengen abisin duit banyak buat makan gak?" Aku mencoba untuk menyarankan tempat yang aku ingat barusan, tapi aku juga harus kasih ingat bahwa harganya ngga semurah tempat biasanya.

     "Hmm boleh juga sekali-sekali, tapi makanannya harus setimpal dengan harganya. Kemana?"

     "Gimana kalo kita ke '--- -----'?" (aku nggak bisa mengingat namanya)

     "Boleh. Kayaknya tempat itu cukup oke."

Wah, dia mau aja aku ajak pergi kesana.. Hahaha.. Walaupun jawabannya cukup singkat tapi aku seneng ternyata tempat itu gak masalah buat dia.

Nggak terasa kita sudah sampai di tempat yang dituju. Dia parkir, dan kami keluar dari mobil menuju tempat makan yang dia sebut sebagai "tempat biasa". Sebetulnya dibilang "tempat biasa" juga bukan karena kami sering banget ke situ, tapi memang tempat itu mudah dikunjungi dan pernah beberapa kali kami datangi. Tempat makan itu berada pada gedung yang sama dengan kolam renang. Di hari libur kayak gini, biasanya tempat itu agak ramai. Yasudah lah ya, toh aku dan dia sudah sampai juga disana.

     "Aku ke toilet dulu." Entah kenapa secara otomatis aku mengeluarkan kata-kata itu.

     "Oke, aku pesan duluan ya. Mau titip apa?" Seperti biasa, dia selalu perhatian.

     "Nggak deh, aku nanti aja."

Hmm, sebetulnya aku bingung kenapa aku bilang mau ke toilet.. Tapi kayaknya aku emang mau ke toilet dulu deh..

Antrian di toilet ternyata cukup panjang.. Selagi antri, kayaknya aku ngeliat sosok yang familiar lagi makan es krim. Sosok perempuan yang aku kenal itu berdiri di pintu masuk tempat makan itu. Akhirnya aku putuskan untuk menghampirinya.. Pikirku, daripada lama-lama antri di toilet yang sebetulnya juga ga perlu-perlu amat, mendingan aku ngobrol sebentar sama dia.

     "Hai M**!" (aku sensor). "Loh, kamu ngapain disini?"

     "Eh, hai Lu! Hahaha.. Lagi iseng aja nih, makan es krim.."

Tiba-tiba si M celingak-celinguk kayak nyariin seseorang. Setelah beberapa saat, pandangannya seperti berhenti pada satu arah tertentu, lalu kembali menatapku. Ups, kayaknya dia tahu aku pergi sama siapa.

     "Hmm, bentar yah, aku kesana dulu." Tanpa menunggu balasan dariku, M langsung pergi meninggalkanku.

Tiba-tiba si M udah ngilang dari pandanganku, terus gatau deh dia kemana.. Aku memutuskan untuk kembali ke restoran tempat tujuan awalku tadi.. Begitu aku mau balik ke tempat duduk di resto itu, M muncul didepanku bareng si S... wah kacau.. S itu kan..............

**************

Kelopak mataku terbuka perlahan.. Sambil mencoba berkonsentrasi, aku tersadar dari sebuah alam yang tak asing bagiku dan kembali ke ruangan hangat yang sering aku juluki 'sarang'. Ya, ini kamarku. Dengan segera aku menyadari bahwa seluruh kejadian tadi hanyalah *****.. Sudut bibir sebelah kananku terangkat, sebuah senyum kecut tersungging. Mataku menatap kosong, mencoba mengumpulkan seluruh ingatan mengenai kejadian yang baru saja terjadi dan terasa cukup nyata. Bagaimanapun juga, kejadian itu adalah hal manis yang bisa aku kenang, walaupun hanya *****. Ya kan? Boleh kan aku menyimpannya? Setidaknya sampai kejadian yang REAL menghampiriku.. Ah, baiklah. Aku segera terduduk dan menyapa penciptaku. Selamat pagi, hai sang Pencipta :") terima kasih untuk *****nya :)

Friday, January 04, 2013

Janji..... ya? (waiting)

Janji......

Saat ini gw sedang memegang sebuah janji dari seseorang yang..... bisa dibilang baik banget sih orangnya..
Seseorang yang bisa dibilang selalu mencoba untuk selalu deket sama gw... yang kalo gw lagi bete pun, atau marah-marah sendiri, dia sabar-sabar aja ngadepin gw... udah kayak tokoh utama laki-laki dari drama korea yang gw tonton barusan... hahaha..

Dia... hmmm... gw jarang sih ketemu sama dia... gak jarang-jarang banget tapi gak tiap hari juga..
Katanya sih sebetulnya dia maunya kalo bisa ketemu gw tiap hari.. tapi kadang gw males juga.. hahaha masa seharian sama dia terus.. gw juga punya kegiatan lain.. yaaa salah satunya kayak tadi, nonton drama korea, dsb..

Katanya sih dia mau setiap hari ketemu gw untuk ceritain banyak hal.. ceritain pikiran-pikirannya dia.. atau bahkan dengerin cerita dari gw juga...

Dulu gw pernah deket banget sama dia... tapi sekarang... yaaa, deket sih... cuma tergantung situasi gitu... agak jahat sih gw, kalo lagi butuh biasanya gw samperin, gw ajak ngomong, gw curhat.. tapi kadang suka keasikan sendiri sama kegiatan gw.. jadi pas dy mau ketemu gw malah lg asik sendiri..hmmm....

Dia juga ga suka maksa orangnya.... dia bilang dia sayang gw.. cuma dy ga maksa bahwa gw juga harus sayang sama dia.. gw sayang sih sama dia.. tapi kok kayaknya sayangnya gw sama sayangnya dia beda ya? gw.... punya perasaan yang, manusiawi banget.. maksud gw, ada kalanya gw emang ya sayang banget sama dia, tapi ada momen2 tertentu dimana gw juga bisa lupa sama dia.. sedangkan, dia ga pernah lupa sama gw sedikitpun... katanya gw selalu ada dipikiran dia... walaupun gw ga lagi nyamperin dia... :( jd ga enak gwnya.. kadang gw mau samperin, tapi rasanya ga enak gitu, kayak kok gw datengin dia kalo lagi butuh aja... tapi ternyata pas gw nekat, masabodo amat, dia tetep mau aja dengerin cerita gw... atau hibur gw kalo gw lg bete atau sedih.. atau takut.. apapun deh... pokoknya dia baik bangett....

nah, cukup tentang dia, sekarang tentang janjinya..

dia pernah menjanjikan suatu hal sama gw... gw gatau sih bener apa ngga, tp ini yang gw percaya... dia janji bahwa one day, dia akan bayar janji itu ke gw...

jujur, gw sering mengalami fase bahwa gw meragukan kalau one day itu akan benar-benar ada.. benar-benar datang dan benar-benar gw alami... gw takut, setelah gw pegang janji itu, dan melakukan hal-hal yang perlu gw lakukan sambil 'menunggu' janji itu dibayar, gw malah dikecewakan dengan hasil yang ga sesuai dengan apa yang gw harapkan... gw takut, bahwa ga ada perbedaan antara gw ikutin apa kata dia sama gw ga ikutin dan milih untuk ngebayar janji macam itu dengan hal-hal yang gw pikir bisa gw lakuin sendiri..

tapi saat gw ragu kayak gini justru gw inget, bahwa orang yang gw ceritain tadi itu sangat mungkin untuk make something happen..

salah satu janji yang gw tunggu-tunggu sih, jujur aja, gw pengen punya seseorang yang bsia gw andalkan (lagi-lagi kayak cowo di drama korea yang barusan gw tonton hahahah).. mungkin.. kayak dia.... gw gatau sebetulnya ini include janji yang dia janjiin ke gw atau ngga.. tapi gw rasa ini include :') dan kalo bener ini janjinya dia, one day pasti dia make it happen :')

so, balik lagi... sekarang gw lagi nunggu.. nunggu apa? nunggu dia bayar janjinya! ;)

Friday, December 07, 2012

Could It Be Love?


Kau datang dan jantungku berdegup kencang
Kau buatku terbang melayang
Tiada ku sangka getaran ini ada
Saat jumpa yang pertama
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Could it be love
Mataku tak dapat terlepas darimu
Perhatikan setiap tingkahmu
Tertawa pada setiap candamu
Saat jumpa yang pertama
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Oh mungkinkah ini cinta
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had
Could it be love, could it be love
Could it be, could it be, could it be love
Could it be love, could it be love
Could this be something that i never had

:)

(Could It Be Love - Raisa)

Sunday, December 02, 2012

MARAH-MARAH

MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.
MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH. MARAH-MARAH.

sebal memang kalo lagi mau dapet, pasti gitu. emosian, gampang naik pitam. HUH!

sebal, karena tau ada orang yang sahabatannya musiman. begitu kecewa sekali, atau merasa gak sejalan lagi, langsung main tinggal. menclok sama sahabat lain yang dulu juga pas jauh sama dia gw yang temenin. HUH!

sebal! soalnya tau ada orang yang copycatnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa adoooooooooooooooooooh!! ga paham lagi.. semua dikopi, semua diikutin, semua. semua. semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! bilangnya sih gak ngopi, tapi dapet inspirasi selalu dari orang lain *geram* HUH!

sebal.. karena.......................................... terlalu banyak orang yang ga bisa diandelin!
-___________-  sigh.........................................................

gak pengen sok rohani. bukannya mau marah2 terus, cuma lg pengen lampiasi kekesalan aja..

dah -.-
 

It's Time to Change! Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos