Friday, March 07, 2014

Can You Hear My Heart (Nae Maeumi Deulrini) - K-Drama Review



Synopsis

Can You Hear My Heart adalah sebuah drama korea yang bercerita tentang Cha Dong Joo (diperankan oleh Kim Jae Won), seseorang yang kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan yang dialaminya saat ia berusia 13 tahun. Kecelakaan itu dipicu oleh keadaan shock yang diterima oleh Dong Joo ketika ia melihat ayah tirinya membunuh kakek kandungnya sendiri untuk mendapatkan perusahaan milik keluarga Dong Joo. Tidak terima dengan kenyataan itu, ibunya, Tae Yoon Sook (diperankan oleh Lee Hye Young), merencanakan sebuah aksi balas dendam terhadap Choi Jin Chul, ayah tiri Dong Joo, untuk merebut kembali perusahaan milik keluarganya dan membuat Choi Jin Chul merasakan derita yang ia rasakan.

Di sisi lain, Bong Woo Ri (diperankan oleh Hwang Jeung Eum), gadis cerdas yang harus kehilangan ibunya ketika ia masih kecil karena ibunya meninggal dalam sebuah kebakaran pabrik, bertemu dengan Dong Joo ketika ia masih berusia 9 tahun. Saat itu mereka bermain bersama di daerah tempat tinggal Woo Ri, dan persahabatan mereka terhenti begitu saja karena Dong Joo mengalami kecelakaan dan harus dirawat di luar negeri. Bong Ma Roo (diperankan oleh Nam Goong Min), kakak tiri Woo Ri, melarikan diri dari rumah karena ia berusaha menyelamatkan ayahnya yang dituduh menjadi biang penyebab kebakaran salah satu pabrik milik keluarga Dong Joo. Akhirnya ketika dewasa, Woo Ri dan Dong Joo bertemu kembali dalam pertemuan yang tidak disengaja tanpa mengenal satu sama lain pada awalnya.

Seperti apakah balas dendam yang direncanakan Tae Yoon Sook untuk merebut kembali perusahaan milik keluarganya?

Akankah Bong Ma Roo bersatu kembali dengan keluarganya setelah ia melarikan diri dari rumahnya?

Langsung aja nonton yaa ;) ini linknya:

http://www.gooddrama.net/korean-drama/can-you-hear-my-heart


Personal Point of View

Drama ini sedih banget menurut gue. Gak bohong, sampe episode 20an (dari max ep. 30) gue pasti nangis minimal sekali dalam 1 episode. Terutama di ep 29 dan 30 gw nangisnya lebih heboh dari yang sebelum-sebelumnya. Drama ini banyak banget intriknya, tapi gak norak, dan ceritanya bikin penasaran. Sampe ada jalan cerita yang gw tolak untuk gw percayain karena gue pikir itu pasti bohongan, cuma akal-akalan dari produsernya aja untuk bikin gue percaya bahwa tokoh yang gue percaya aslinya baik malah jadi jahat.


Dibandingkan dengan menekankan pada hubungan cinta-cintaan, drama ini lebih menekankan pada hubungan keluarga. Maka itu gue jadi nangis-nangis gitu karena disini gue ngeliat banyak banget handicap yang diberikan ke tokoh-tokoh dalam cerita dan banyak juga orang-orang yang berusaha/berjuang demi keluarganya sampe ngorbanin diri sendiri.

Selain jalan cerita yang ga ketebak, gue juga suka sama endingnya karena good ending. Walaupun ada beberapa bagian cerita yang gw rasa sedikit missed detilnya, tapi ketutup karena gue lebih fokus ke penasaran sama jalan cerita dan menduga-duga endingnya. Meskipun keliatannya ceritanya jahat, soal balas dendam, tapi di ending gue meng-'cincai'-kan si jalan cerita balas dendam ini karena............... (emm, nonton aja sendiri ya, no spoiler hehehe).



Ending cerita ini gak nekenin hubungan antara hero dan heroine dan kebahagiaan mereka berdua aja, tapi lebih ke soal kesatuan keluarga. Selain itu, biasanya, drama korea cinta-cintaan punya masalah tambahan yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam ceritanya biar bisa jadi klimaks lagi sebelum ending. Tapi drama ini nggak begitu. Dia klimaks terus dan bisa dibilang fokus sama satu issue sampe issue itu kelar dan memang jadi endingnya. Jadi gw cukup salut sama si drama ini karena beda dari drama-drama korea yang sebelum-sebelumnya gue tonton yang ceritanya soal cinta-cintaan dan kerjaannya bikin galau. ;p


Sekian review dari gue. Dear K-Drama lovers, sekali-sekali boleh lah rehat dari K-Drama cinta-cintaan. Give your heart a break, and try this different kind of K-Drama. Enjoy! ;)

*Personal Rating: 4.5 out of 5

No comments:

 

It's Time to Change! Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos