Hari ini hujan besar, tapi hari ini sesuatu banget kayaknya :) gw ceritain sebuah cerita ya..
*****
Alkisah sebuah kerajaan di suatu negri dipimpin oleh seorang Raja. Raja tersebut memiliki seorang istri dan seorang putra dan putri. Maka lengkaplah kerajaan itu dengan keberadaan Ratu, Pangeran, dan sang Putri.
Keluarga kerajaan ini disupport oleh beberapa orang-orang yang bekerja dalam istana sebagai penolong. Pekerja-pekerja atau penolong ini hidup setia kepada keluarga kerajaan dan sebaliknya hidup mereka dipelihara oleh sang Raja.
Suatu hari, sebuah bencana datang melanda istana mereka. Hujan yang sangat lebat turun sehingga banyak air menggenang dimana-mana. Pada hari biasa, hujan ini tidak mengakibatkan apapun di istana, tetapi hujan kali ini turun dengan lebat dan tahan lama, sehingga hujan terjadi berhari-hari lamanya hampir tanpa henti. Hujan yang sangat deras ini menyebabkan halaman istana dan beberapa ruang di dalam istana tergenang oleh air.
Raja dan Ratu segera bertindak ketika mengetahui kejadian tersebut. Meskipun mereka adalah orang dengan posisi tertinggi di dalam istana tersebut, mereka bukannya malah jadi hanya berpangku tangan dan menyuruh pekerja-pekerja untuk melakukan sesuatu. Raja, Ratu, dan para pekerjanya bergerak cepat ke tempat-tempat yang digenangi air dan melakukan sesuatu dengan genangan itu. Raja mengambil serokan air dan berjaga di pintu gerbang istana untuk menghalau air yang terus-menerus masuk dari arah luar istana. Ratu mengumpulkan tempat-tempat yang dapat menampung air, serta mengumpulkan air dalam jumlah banyak, dan membagikannya kepada para pekerja yang tersebar di beberapa tempat yang tergenang air agar mereka dapat mengumpulkan air yang menggenangi tempat tersebut dan membuangnya keluar. Raja, Ratu, dan pekerja terlihat sibuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan dan juga berusaha untuk mengurangi genangan air yang muncul di dalam istana.
Tak lama kemudian, sang Pangeran muncul dan membawa perlengkapan lebih untuk membantu Raja, Ratu, serta para pekerja. Ia membawa lebih banyak tampungan air, dan ia juga membantu untuk membuang air yang telah terkumpul banyak dalam suatu wadah. Karena kekuatannya dan kemudaannya, Pangeran 'dituntut' untuk dapat mengangkut lebih banyak air agar genangan air lebih cepat berkurang. Dengan mudah Pangeran membawa sejumlah wadah-wadah yang penuh dengan air dan membuangnya keluar istana.
Lalu, dimanakah sang Putri?
Seperti putri-putri di negeri dongeng biasanya, Putri masih berada di tempat tidurnya, tidur dengan nyenyak ditengah kerepotan warga istana. Sang Putri yang kemudian terbangun karena suara riuh dari bagian lain istana mulai merentangkan tubuhnya, kemudian mencoba mendengar dan menganalisa apa yang sedang terjadi di istananya. Putri memang pintar. Ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan apa yang sebetulnya tengah terjadi di istananya, tetapi ia tetap tidak segera beranjak dari tempat tidur untuk memberikan bantuan. Ketika akhirnya beranjak, Putri masih belum memutuskan untuk keluar kamarnya yang besar dan setidaknya melihat keadaan sekitar, tetapi malah bersolek di depan cermin besar yang tergantung di dinding kamarnya. Setelah menghabiskan waktu yang cukup untuk bersolek, akhirnya Putri memutuskan untuk turun dan melihat keadaan istananya. Tidak mengherankan bagi sang Putri ketika ia menemukan seluruh warga istana sedang sibuk mengeluarkan air dari beberapa tempat yang tergenang di dalam istana. Dengan tenang, sang Putri mengambil serokan air dan bergabung dengan ayahnya, sang Raja, di dekat pintu gerbang istana dan berusaha untuk menghalau air yang akan masuk.
"Pergilah. Lebih baik kau bantu kakakmu atau pekerja yang lain." kata sang Raja tanpa bermaksud untuk mengusir Putri.
Melihat tidak banyak yang bisa ia lakukan di dekat pintu gerbang, Putri pergi dan mencari tempat lain yang bisa ia bantu. Ia melihat dua orang pekerja yang tengah mengisi wadah-wadah dengan air yang tergenang. Putri ingin pergi kesana dan membantu dua orang pekerja tersebut, tetapi ia melihat tidak ada cukup wadah yang dapat ia gunakan untuk membantu mereka. Akhirnya Putri pergi mencari sang Ratu, dengan dugaan bahwa Ratu memiliki lebih banyak wadah yang dapat digunakan.
"Tidak bisakah kau cari sendiri?" ujar Ratu kepada Putri. Bukannya jawaban yang ia dapatkan, malah pertanyaan yang dikembalikan oleh sang Ratu.
Ratu memang seorang yang tegas. Meskipun Putri adalah anaknya sendiri, ia tidak mau memanjakannya dengan menyediakan segala hal untuk sang Putri. Menyadari hal tersebut, Putri pergi ke tempat lain untuk mencari pekerjaan yang dapat ia lakukan tanpa harus membuang-buang waktu mencari barang yang belum jelas keberadaannya. Maka ia memutuskan untuk membantu sang Pangeran.
"Sini, biar aku yang mengumpulkan air. Kau bawa saja wadah-wadah yang telah terisi penuh ini untuk dibuang keluar." tawar Putri kepada sang Pangeran.
Tanpa banyak bicara, Pangeran menyetujui saran sang Putri dan mulai membawa wadah dan tong yang sudah terisi penuh dengan air. Baru saja Putri ingin bekerja, tiba-tiba sang Ratu muncul dan berkata:
"Tidakkah seharusnya kau ganti gaun tidurmu dengan pakaian yang lebih pantas dengan pekerjaanmu? Kau malah kerepotan menjaga gaun itu nanti, daripada fokus pada pekerjaanmu."
Dengan sedikit kesal karena ocehan sang Ratu serta pekerjaan yang daritadi tidak dapat ia lakukan, Putri segera beranjak dan pergi ke kamar tidurnya. Ia mengganti gaun tidurnya dengan celana pendek dan kaus agar memudahkan pekerjaannya. Kemudian ia kembali ke tempat Pangeran mengangkut air. "Ah, akhirnya aku dapat mulai membantu juga.. Memang lebih asik dengan pakaian seperti ini, aku tidak perlu khawatir bajuku kotor karena pakaian ini memang digunakan untuk bekerja, seperti pakaian yang digunakan oleh para pekerja." Putri bergumam menyadari manfaat dari anjuran yang Ratu berikan.
Selama bekerja, Putri menyadari beberapa hal. Pertama, ia sedikit menyesal karena mengingat-ingat tindakannya dari pagi yang belum berguna banyak bagi warga istana, dan juga ia merasa belum berguna sebagai Putri. Seorang Putri seharusnya bukannya bersembunyi, berlindung, atau berdiam diri ketika menghadapi musibah seperti ini. Seorang Putri seharusnya mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk keluarga dan warga istana ketika musibah melanda istana, tempat tinggalnya sendiri. Meskipun ia sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan, alangkah baiknya jika ia langsung mengerjakan hal tersebut tanpa menundanya. Putri yang baik adalah Putri yang dapat mengutamakan kepentingan keluarga dan rakyatnya, serta melindungi kepentingan rakyatnya dibandingkan dengan kenyamanannya sendiri.
"Ah.. Sungguh bodohnya aku.. Selama ini aku pikir akan sangat menyiksa jika harus mengorbankan kenyamananku demi mereka. Aku sudah muak dan lelah berkorban, tapi aku seharusnya tidak boleh lupa, bahwa inilah kewajibanku sebagai seorang Putri."
Dari pagi yang murung, Putri bangkit kembali dengan semangat untuk melakukan sesuatu demi negaranya. Dimulai dengan hal yang kecil, yaitu membantu warga istana menyurutkan air yang menggenang. Meskipun harus menjadi basah, kotor, bau, serta kelelahan, sang Putri tetap berusaha untuk mengerjakan apa yang dapat ia kerjakan hingga akhirnya hujan mereda dan air pun surut.
Putri berterimakasih kepada Tuhan untuk pagi yang mendung saat itu. Walaupun pinggangnya agak sedikit pegal karena sudah lama tidak bekerja, tetapi ia puas telah dapat kembali melakukan sesuatu untuk orang lain dan dirinya sendiri. Baginya, pagi yang mendung karena hujan deras bukanlah pagi yang buruk, tetapi salah satu dari banyak pagi yang manis, yang memberikan secercah inspirasi dan juga kehangatan ditengah-tengah keluarga kerajaan yang akhirnya bekerja bersama-sama, walaupun selama ini sering terpisah karena kesibukan masing-masing.
"Ternyata, hujan deras dan air menggenang bisa memberikan berkah juga ya! Sudah dulu ya, rakyatku, aku ingin istirahat setelah bekerja keras ;* "
Saturday, January 19, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment